HSI Silsilah Pembahasan Kitab Al Qawa’idul Arba’ – Halaqah 10 | Penjelasan Kaidah Pertama Kitab Al Qawa’idul Arba’ Bagian 2

HSI Silsilah Pembahasan Kitab Al Qawa’idul Arba’
Halaqah 10 | Penjelasan Kaidah Pertama Kitab Al Qawa’idul Arba’ Bagian 2

🔰Halaqah yang ke sepuluh “Penjelasan Kitab Al Qawa’idul Arba'” karangan Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab At Tamimi rahimahullah.

Beliau mengatakan,
“Dan dalilnya adalah firman Allah Subhānahu wa Ta’āla,”

قُلۡ مَن يَرۡزُقُكُم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِ أَمَّن يَمۡلِكُ ٱلسَّمۡعَ وَٱلۡأَبۡصَٰرَ وَمَن يُخۡرِجُ ٱلۡحَيَّ مِنَ ٱلۡمَيِّتِ وَيُخۡرِجُ ٱلۡمَيِّتَ مِنَ ٱلۡحَيِّ وَمَن يُدَبِّرُ ٱلۡأَمۡرَۚ فَسَيَقُولُونَ ٱللَّهُۚ فَقُلۡ أَفَلَا تَتَّقُونَ

“Katakanlah (Muhammad), “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup, dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab, “Allah.” Maka katakanlah, “Mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?”
[Q.S Yunus: 31]

قُلۡ مَن يَرۡزُقُكُم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِ
Katakanlah (Wahai Muhammad) sebagai seorang Rasul. Tanyakan kepada mereka (kaummu, orang Quraisy), siapakah yang memberikan rezeki kepada mereka dari langit dan bumi (menurunkan hujan, rezeki dengan perdagangan, rezeki dari tanam-tanaman).

أَمَّن يَمۡلِكُ ٱلسَّمۡعَ وَٱلۡأَبۡصَٰرَ
Siapakah yang telah memberikan kalian pendengaran dan penglihatan, sehingga kalian bisa mendengar dan melihat.

وَمَن يُخۡرِجُ ٱلۡحَيَّ مِنَ ٱلۡمَيِّتِ
Dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati,

وَيُخۡرِجُ ٱلۡمَيِّتَ مِنَ ٱلۡحَيِّ
dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup (siapakah yang menghidupkan dan mematikan mereka).

وَمَن يُدَبِّرُ ٱلۡأَمۡرَۚ
Dan tanyakanlah kepada mereka, siapakah yang telah mengatur alam semesta (menggerakkan matahari, membuat siang dan malam).

فَسَيَقُولُونَ ٱللَّهُۚ
Niscaya mereka akan mengatakan, Allah.

Ini adalah jawaban dari orang-orang Quraisy.
Allah yang telah memberikan rezeki kepada kami.
Allah yang telah menciptakan kami.
Allah yang telah menghidupkan kami dan menghidupkan orang yang sudah mati, mengatur alam semesta ini.
Ini adalah jawaban orang-orang Quraisy.

Mereka tidak mengatakan yang menciptakan kami adalah Latta atau ‘Uzza (salah satu sesembahan mereka).
Atau mengatakan yang memberikan rezeki kepada kami adalah Hubal.

Mereka punya sesembahan yang banyak, akan tetapi tidak ada diantara mereka yang meyakini bahwasanya yang menciptakan mereka adalah sesembahan-seembahan tersebut.

Menunjukkan kepada kita kebenaran yang disampaikan oleh pengarang di sini.
Beliau mengatakan, engkau mengetahui bahwasanya orang-orang kafir yang diperangi oleh Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wa sallam, mereka meyakini bahwasanya Allah yang mencipta, memberikan rezeki, dan mengatur alam semesta.
Apa yang beliau ucapkan memiliki dalil di dalam Al Qur’an dan bahkan hadits-hadits Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wa sallam.

فَقُلۡ أَفَلَا تَتَّقُونَ
Maka katakanlah (Wahai Muhammad), apakah kalian tidak bertakwa?

Wahai kaumku, seandainya kalian mengakui ini semua, bahwa Allah yang menciptakan, memberikan rezeki, mengatur alam semesta, kenapa kalian tidak takut kepada Allah Subhānahu wa Ta’āla?
Kenapa kalian masih berbuat syirik kepada Allah Subhānahu wa Ta’āla?

Menunjukkan bahwa keyakinan mereka ini tidak bisa menjaga mereka dari adzab Allah Subhānahu wa Ta’āla.
Karena di sini Allah mengatakan, kenapa kalian tidak menjaga diri kalian dari adzab Allah.

Ini adalah kaidah pertama yang beliau sampaikan yang sangat bermanfaat. Dengan kaidah ini kita bisa memahami banyak fakta (perkara).
Karena sebagian kita meyakini bahwasanya orang-orang musyrikin yang ada di zaman Nabi shallallāhu ‘alaihi wa sallam tidak mengenal Allah sama sekali.
Seakan-akan mereka meyakini yang mencipta adalah berhala mereka, patung-patung, pohon, atau jin yang mereka sembah.
Tidak. Ternyata di dalam masalah penciptaan, pengaturan alam semesta, masalah rezeki, keyakinan mereka sama dengan keyakinan kita, yaitu Allah Subhānahu wa Ta’āla yang melakukan ini semua.

Jadi ini, kata beliau,
لم يُدْخِلُهُمْ ذَلِكَ فِي الإِسْلامِ
Tidak memasukkan mereka ke dalam agama Islam.

Oleh karena itu, ketika kita melihat di zaman kita, ketika melihat orang musyrik, ternyata dia juga mengenal Allah, maka ini bukan sesuatu yang mengherankan. Mereka meyakini bahwa Allah yang menciptakan mereka.

Dan ini bisa kita buktikan ketika kita melihat orang-orang di sekitar kita, yang dia tidak menisbahkan dirinya kepada agama Islam, ternyata ketika ditanya, siapa yang menciptakannya, maka dia akan menjawab, Allah. Atau terkadang dengan isyarat, bahwa yang menciptakannya adalah yang Di Atas, atau dengan kalimat yang lain yang intinya bahwa yang menciptakan dia adalah Allah. Padahal dalam kehidupan sehari-hari dia banyak mengagungkan selain Allah Subhānahu wa Ta’āla, bermuamalah dengan jin, menyembah kepada jin, meyakini selain Allah Subhānahu wa Ta’āla. Tapi ketika ditanya siapa yang mengatur alam semesta, yang memberi rezeki, ternyata mereka menjawab Allah Subhānahu wa Ta’āla. Dan ini tidak memasukkan mereka ke dalam agama Islam.

Materi audio ini disampaikan di dalam grup WA Halaqah Silsilah Ilmiyyah (HSI) Abdullah Roy.

Related Posts: