.post_kegiatan{display: none;}

Oleh : Ismail Ramadhani

Angin mencintai laju bus yang melenggang bebas di arena tapak aspal. Hari ini, dingin luluh lantak tak terbantahkan oleh bara api semangat para santri yang menunggu-nunggu tanggal Enam November 2019. “Kalian besok pergi praktikum ke IPB, bukan?” Sekelebat ingatanku tempo bertanya pada Naufal kelas 10 menyelisik diam-diam, “Iya, punya jas lab, kan?” Balasnya bertanya.

“Iya, ada. Kenapa?”
“Pinjam dong”

            Aku menyeringai, melihat semburat pemandangan yang berlayar depan kaca jendela bus. Hari ini, kawan-kawan dari tim santri millennial berkesempatan ikut mengabadikan pengalaman-pengalaman praktikum yang ditujukan untuk pengembangan pembelajaran biologi kelas sepuluh. “Materi praktikumnya nanti tentang pengenalan mikroskop dan paramaecium!” Ustad Farouk memberi sentuhan spoiler sederhana depan selasar bus. “Setelah ini, kita turun dulu makan depan Masjid Al-Atiyah!”

Kami turun dengan semangat masih menggantung di langit-langit benak, walaupun pada keadaan konkretnya, kami seharusnya tergopoh lapar turun dari bus. Tak memakan waktu lama untuk sekedar menyantap sarapan, kami kembali melanjutkan perjalanan. Lagi-lagi dengan alunan kegembiraan mewarnai dinding bus.

            Bus melenggang masuk ke dalam Universitas Institut Pertanian Bogor dan memarkirkan empat rodanya tepat depan selasar gedung laboratorium praktikum dasar. Kami tumpah ruah turun. Tim santri millennial mengikuti para santri kelas sepuluh dari belakang sembari mempersiapkan senjata kami.

            “Siap, guys?” Terhitung ada enam anggota tim yang berkesempatan ikut. Satu kawan kita dari bagian video editing, dua dari kameramen, dua dari redaksi dan jurnalistik, serta satu kawan kita dari pengembangan software dan hardware.

Terhitung lima? Yap, satu kawan kita bertugas memotret kami yang lainnya, jangan lupakan, ya haha (Untukmu kawan, aku sisipkan di kanan pojok foto, berterima kasihlah~).

            Back to the point, setelah semuanya duduk tenang-tenang sembari sumringah mengenakan jas lab yang mewarnai seantero ruangan, kami mulai berkeliling dan beraksi. Ada yang mendokumentasikan kegiatan, ada pula yang berkutat dengan video editing, dan mempersiapkan diri untuk bertausiyah depan plat iconic IPB.

Kegiatan pertama, sebelum yang lain berkutat dengan mikroskop, tentunya dimulai dengan presentasi pengenalan. Jenis mikroskop, bagian-bagiannya seperti lensa okuler ataupun preparat diberikan secara lengkap oleh dosen-dosen pembimbing terkait. Setelah pengenalan mikroskop selesai, materi berlanjut menuju protozoa yang dibawakan oleh Bapak Dosen Ir.Tri Heru Widarto M.sc.

Sampailah mereka berlabuh pada poin yang ditunggu-tunggu. Dengan cekatan mereka mondar-mandir dalam  ruangan, mengambil preparat, memasangnya pada meja mikroskop, ataupun mengatur perbesaran mikroskop. “Paramaeciumnya gerak, ei!” Suara bersahut-sahutan seolah mengejar kami yang berusaha mengambil dokumentasi terbaik.

Empat jam penuh berkawan dengan protozoa, mikroskop, preparat, dan hawa-hawa ruangan laboratorium yang menyenangkan dan nyaman. Sementara sang raja siang menggantung tepat di atas singgasananya, kami semua pergi menuju bus untuk melanjutkan kegiatan. Bus kembali berjalan, kini mendaratkan tujuannya pada masjid utama IPB sembari menyantap makan siang.

            Istirahat sejenak, sampai jam sudah berlari menuju angka setengah tiga seolah melempar kode untuk segera pulang. “Yuk, kita pulang” Ustad Farouk mengajak seluruh rombongan untuk kembali berkumpul ke dalam bus setelah menyelesaikan pertemuannya dengan wakil dekan pengembangan dan kerjasama IPB.

            Hari ini, mereka ̶  kita, belajar. Entah itu untuk fungsi laten sebagai harfiahnya, memahami konsep kerja mikroskop, bagaimana protozoa memanfaatkan alat geraknya (flagella, silia, ataupun kaki cambuk), hingga pengolahan data setingkat mahasiswa dan peneliti. Ataupun juga, belajar dalam artian manifes, seperti kami, yang belajar berorganisasi dan mengemban tanggung jawab sebagai tim santri millennial yang merangkup jurnalistik dan redaksi, video editing, desain grafis, sampai pengembangan software dan hardware. Lagi, ini merupakan selingan yang menyenangkan dan bermanfaat untuk pembelajaran dan edukasi! Sampai jumpa IPB!

11 November 2019.

Profil Penulis
Ismail Ramadhani
14 November 2002.
Kota Tangerang.

Dewan redaksi tim santri millennial satu ini sebelumnya belum pernah memiliki pengalaman apapun terkait perihal-perihal yang berkaitan langsung dengan redaksi. “Jadi, aku pikir, bagus untuk mengimprove soft skill pribadi dengan mengikuti perkumpulan dan kegiatan-kegiatan seperti ini.”

Open chat
Hubungi kami