.post_kegiatan{display: none;}
Cegah Nyamuk DBD, Pesantren Al Wafi Jadwalkan Fogging Rutin

Cegah Nyamuk DBD, Pesantren Al Wafi Jadwalkan Fogging Rutin

Depok – Staf General Affair Al Wafi Islamic Boarding School melakukan fogging di seluruh halaman dan area sanitasi Al Wafi Kampus A dan Kampus B (21/2).

Fogging atau pengasapan tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi sekaligus pencegahan terhadap penyakit demam berdarah yang pada akhir-akhir ini cukup membuat masyarakat umum di indonesia merasa khawatir.

“Pengasapan atau fogging ini kita lakukan sebagai upaya untuk mengantisipasi penyakit demam berdarah, Insya Allah kami akan lakukan ini secara rutin setiap bulan sekurang-kurang nya sebanyak 8 Kali ,” Ujar Mudir Operasional Al Wafi Ust Rhoedy Karijono.

Menurut beliau, proses pengasapan tersebut dilakukan bertahap di semua titik di halaman dan sanitasi pesantren hingga di tanaman yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

Beliau menambahkan “Pengasapan kita lakukan di semua halaman kompleks pesantren, termasuk di kompleks puteri yang kita lakukan Sabtu (20/2) kemarin. Hari ini di kompleks putera,”

Tidak hanya itu, Mudir Operasional juga menjelaskan proses fogging merupakan program rutin yang dilakukan demi mengantisipasi penyakit akibat nyamuk. Alhamdulillah saat ini kita sudah memiliki alat foging profesional untuk outdoor dan indoor sehingga ini bisa dirutinkan dengan mudah.

Beliau berharap program fogging tersebut bisa memberikan kenyamanan bagi santri agar terhindar dari penyakit demam berdarah. “Semoga dengan fogging ini bisa menghindarkan civitas pesantren dari penyakit DBD,” harapnya.

HSN

Santri Al Wafi Ikuti Lomba Paskibra Olympiad Cup Jakarta 2020

Santri Al Wafi Ikuti Lomba Paskibra Olympiad Cup Jakarta 2020

Jakarta – SMANU Muhammad Husni Thamrin menggelar lomba paskibra atau lomba baris-berbaris tingkat SMA se-Jabodetabek. Menurut informasi dari panitia ada sekitar 50 sekolah yang mengikuti lomba paskibra olympiad cup jakarta tersebut (15/2)

Guru Pembimbing Paskibra, Ust Agus Riyanto mengatakan perlombaan ini untuk jenjang SMA dalam acara tahunan Olympiad Cup SMA Negeri Unggulan Muhammad Husni Thamrin Jakarta.

Selain itu tujuan dari perlombaan ini  adalah untuk memberikan kesempatan pelajar sma untuk berekspresi, Pada kesempatan Olympiad Cup tahun ini santri Al Wafi tidak hanya hadir di lomba Paskibra namun juga mengikuti perlombaan Math dan Sains dengan berhasil masuk di peringkat 20 Besar.

Acara tahunan Olympiad Cup ini digelar dengan beberapa lomba diantaranya Paskibra, Kaligrafi, MTQ, Basket, Futsal, English Debate, English Speech, Robotic Kreatif, Robotic Sumo, Islamic Competition, Deutsh Olympiad, Deutshtag Poster, Fotografi, Drama, Pramuka, CS GO, Tarian, Band, Vocal Group, dan lainya.

Sementara itu, Harist  Al Afuw salah satu santri peserta lomba paskibra dari al wafi mengatakan bahwa meski perlombaan paskibra kali ini tidak berhasil meraih juara, namun hal ini tidak membuat ia dan tim patah semangat tetapi dijadikan sebagai pemacu semangat untuk lebih giat berlatih lagi.

HSN

Ketua Umum PULDAPII : Al Wafi Memiliki Alat Pengawasan Canggih

Ketua Umum PULDAPII : Al Wafi Memiliki Alat Pengawasan Canggih

PENGASINAN DEPOK – Al Bina Islamic Boarding School, Pebayuran, Bekasi melakukan studi banding ke Al Wafi Islamic Boarding School, Depok, Jawa Barat,  Senin (28/1). Rombongan manajemen dan staf Al Binaa berjumlah 10 (sepuluh) orang diterima oleh Ketua Umum Yayasan Al Sudais Indonesia, Pembina Yayasan Al Sudais Indonesia, Mudir Umum Al Wafi dan staf lainya.

“Kami datang ke sini untuk belajar dengan tujuan untuk mendapatkan pengalaman-pengalaman dari Al Wafi Islamic Boarding School. Kunjungan ini lebih fokus di bidang Information and Technology dan Masya Allah saya lihat cctv nya jernih sekali sehingga mudah mengawasi kamar, kelas, dan sudut area pesantren melalui satu monitor atau gadget, Ustadz Aslam Muhsin Abidin Mudir Al Bina Islamic Boarding School sekaligus Ketua Umum PULDAPII, Senin (28/1).

Ia berharap dari kunjungan ini bisa membawa banyak pengalaman yang bisa dibawa dan dipraktikkan di Al Bina Islamic Boarding School. Adapun beberapa poin penting yang diambil dalam kunjungan ini ialah pengembangan santri, sistem spp santri, monitoring aktivitas belajar, dan pengawasan santri dengan cctv yang canggih.

Ustadz Zainal Abidin selaku mudir umum Al Wafi Islamic Boarding School pun meminta segenap rekan manajemen untuk membalas kunjungan ke Al Binaa Islamic Boarding School secepatnya dilakukan pada waktu bulan yang sama dengan mengharap saling bertukar pengalaman yang baik.

HSN

Unik, Para Assatidz Hadiri Upacara 17 Agustus dengan Menggunakan Kuda

Unik, Para Assatidz Hadiri Upacara 17 Agustus dengan Menggunakan Kuda

Pesantren Al Wafi – Upacara 17 Agustus 2019 di Al Wafi Islamic Boarding School Kampus B, Depok, Jawabarat.
Berikut isi pembina upacara Ustadz Kartiko Adi Pramono,

MENJADI MERDEKA
Menjadi Merdeka Tidaklah Sederhana
Untuk bisa merdeka Indonesia butuh perjuangan. Ratusan tahun Indonesia mengusahakannya. Ribuan strategi diupayakan, mulai dari greliya sampai serbuan terang- terangan. Jutaan jiwa telah rela menjadi korban agar generasi penerus menikmati kebebasan. Apa saja yang sudah dan akan kita perjuangan? Apa saja yang sudah dan akan kita usahakan?
.
Menjadi Merdeka Tidaklah Sederhana
Untuk bisa merdeka Indonesia tidak hanya didapatkan dengan melakukan yang biasa-biasa saja. Mereka yang telah berjuang mengerahkan semua yang istimewa. Mulai dari tenaga mereka kuras dan sumbangkan, seluruh harta mereka rela habiskan, kebanggaan dan status berani mereka singkirkan, bahkan nyawa mereka serahkan.
Hal istimewa apa yang telah dan akan kita sumbangkan? Hal istimewa apa saja yang kita telah dan akan rela serahkan? Kebanggaan dan status yang mana yang telah berani kita singkirkan?
.
Menjadi Merdeka Tidaklah Sederhana
Untuk bisa merdeka Indonesia telah membakar dan meng-gelorakan semangat. Mereka yang telah berjuang senantiasa mengelorakan semangat pantang menyerah, semangat tolong-menolong, semangat berbagi, semangat berinovasi, semangat mencari solusi, semangat berpikir ke depan. Kapan dan bagaimana semangat pantang menyerah kita tumbuhkan? Di saat apa kita berbagi dan tolong-menolong? Sesering apa pikiran kita diarahkan untuk mencari solusi dan bukan mencaci-maki? Bagaimana kita mengajak otak kita berpikir ke depan dan bukan berpikir ke belakang?
.
Menjadi Sederhana Kita Merdeka
Mari kita jadikan diri sederhana dalam menjalani makna diciptakannya kita di dunia ini. Wa mā khalaqtul-jinna wal-insa illā liya’budụn. Dan tidaklah aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. Mari kita sederhanakan hidup kita dengan men-cukupkan dengan satu tujuan: Beribadah kepada Allah subhanahuwata’ala. Maka kita akan bebas dan merdeka dari keterikatan pada dunia, keterikatan pada kebendaan, keterikatan pada harta, keterikatan pada ketenaran, keterikatan pada jabatan, keterikatan pada status, karena kita hanya ingin semata beribadah kepadaNya.
.
Menjadi Sederhana Kita Merdeka
Mari kita jadikan diri sederhana dalam sikap dan ketaatan, sebagaimana para Sahabat radhiyallahu anhum yang telah diridhoi oleh Allah subhanahuwata’ala dan mendapatkan jaminan surga, karena mereka punya sikap: Sami’na wa atho’na, Aku dengar dan aku taat. Mari kita sederhanakan hidup kita dengan meng-ikuti apa yang diperintahkan. Diperintahkan oleh syariat, diperintahkan oleh orang tua, diperintahkan oleh pesantren, diperintahkan oleh lembaga di mana kita bernaung dan menerima amanah.
.
Dengan sikap kesederhanaan mengikuti yang diperintahkan, maka kita akan bebas dan merdeka dari, pikir-pikir yang tidak perlu, bebas dan merdeka dari ucapan yang sia-sia, bebas dan merdeka dari curi-curi kesempatan dan perilaku yang berlebihan, bebas dan merdeka dari keterpaksaan untuk tunduk dan meng-ikuti aturan, bebas dan merdeka dari rasa enggan untuk men-taati orang tua, guru, musyrif, dan pimpinan.
.
Menjadi Sederhana Kita Merdeka
Mari kita jadikan diri sederhana dalam kesabaran. Demi masa, sesungguhnya seluruh manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, beramal salih, saling menasehati dalam kebenaran dan saling menasihati untuk menetapi kesabaran. Mari kita sederhanakan hidup kita dengan kesabaran, kesabaran dalam menjalankan yang diperintahkan, kesabaran dalam menjauhi yang dilarang dan kesabaran menerima takdir serta menghadapi tantangan.
.
Dengan kesederhanaan dalam kesabaran, maka kita akan bebas dan merdeka dari rasa enggan men-jalankan kewajiban, bebas dan merdeka dari rasa malas men-jalankan tugas dan amanah yang diberikan, bebas dan merdeka dari keterpaksaan men-jauhi yang tidak diperbolehkan, bebas dan merdeka dari mengingkari kenyataan bahwa kita sekarang di sini, kenyataan bahwa kita memiliki tugas dan peran hari ini, kenyataan bahwa kita punya keadaan seperti sekarang ini, kenyataan bahwa kita punya tantangan yang harus dan penting kita hadapi bersama.
Menjadi Merdeka Tidaklah Sederhana Menjadi Sederhana Kita Merdeka

Open chat
Hubungi kami