.post_kegiatan{display: none;}
Santri Tampilkan Karya Sains dan Pidato Bahasa Inggris di Puldapia EXPO

Santri Tampilkan Karya Sains dan Pidato Bahasa Inggris di Puldapia EXPO

Kemampuan santri tampil di atas panggung telah terlatih. . .
.
Setidaknya dalam setiap hari santri bergantian maju kedepan masjid setiap selesai sholat berjamaah, santri maju untuk berpidato dengan membawakan beberapa dalil yang relevan untuk nasihat/pidatonya.
.
Nasihat tersebut akan di dengar dan disaksikan oleh seluruh santri, guru, assatidz, bahkan terkadang para orangtua saat akhir pekan waktu menjenguk putera/puteri nya.
.
Tidak hanya membaca dan mendengarkan guru berbicara dalam kelas, santri juga dilatih untuk berani menampilkan bakatnya masing-masing yang positif.
.
hari itu, Sabtu 31 Agustus 2019 4(empat) santri kami tampil di panggung acara Puldapia Expo 2019. 3(tiga) santri diantaranya menampilkan karya sains dengan menjelaskan layaknya ahli sains dengan begitu percaya diri, masya allah.
.
Link dokumentasi acara Puldapia Expo 2019
http://bit.ly/PLDPXP2019

Unik, Para Assatidz Hadiri Upacara 17 Agustus dengan Menggunakan Kuda

Unik, Para Assatidz Hadiri Upacara 17 Agustus dengan Menggunakan Kuda

Pesantren Al Wafi – Upacara 17 Agustus 2019 di Al Wafi Islamic Boarding School Kampus B, Depok, Jawabarat.
Berikut isi pembina upacara Ustadz Kartiko Adi Pramono,

MENJADI MERDEKA
Menjadi Merdeka Tidaklah Sederhana
Untuk bisa merdeka Indonesia butuh perjuangan. Ratusan tahun Indonesia mengusahakannya. Ribuan strategi diupayakan, mulai dari greliya sampai serbuan terang- terangan. Jutaan jiwa telah rela menjadi korban agar generasi penerus menikmati kebebasan. Apa saja yang sudah dan akan kita perjuangan? Apa saja yang sudah dan akan kita usahakan?
.
Menjadi Merdeka Tidaklah Sederhana
Untuk bisa merdeka Indonesia tidak hanya didapatkan dengan melakukan yang biasa-biasa saja. Mereka yang telah berjuang mengerahkan semua yang istimewa. Mulai dari tenaga mereka kuras dan sumbangkan, seluruh harta mereka rela habiskan, kebanggaan dan status berani mereka singkirkan, bahkan nyawa mereka serahkan.
Hal istimewa apa yang telah dan akan kita sumbangkan? Hal istimewa apa saja yang kita telah dan akan rela serahkan? Kebanggaan dan status yang mana yang telah berani kita singkirkan?
.
Menjadi Merdeka Tidaklah Sederhana
Untuk bisa merdeka Indonesia telah membakar dan meng-gelorakan semangat. Mereka yang telah berjuang senantiasa mengelorakan semangat pantang menyerah, semangat tolong-menolong, semangat berbagi, semangat berinovasi, semangat mencari solusi, semangat berpikir ke depan. Kapan dan bagaimana semangat pantang menyerah kita tumbuhkan? Di saat apa kita berbagi dan tolong-menolong? Sesering apa pikiran kita diarahkan untuk mencari solusi dan bukan mencaci-maki? Bagaimana kita mengajak otak kita berpikir ke depan dan bukan berpikir ke belakang?
.
Menjadi Sederhana Kita Merdeka
Mari kita jadikan diri sederhana dalam menjalani makna diciptakannya kita di dunia ini. Wa mā khalaqtul-jinna wal-insa illā liya’budụn. Dan tidaklah aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. Mari kita sederhanakan hidup kita dengan men-cukupkan dengan satu tujuan: Beribadah kepada Allah subhanahuwata’ala. Maka kita akan bebas dan merdeka dari keterikatan pada dunia, keterikatan pada kebendaan, keterikatan pada harta, keterikatan pada ketenaran, keterikatan pada jabatan, keterikatan pada status, karena kita hanya ingin semata beribadah kepadaNya.
.
Menjadi Sederhana Kita Merdeka
Mari kita jadikan diri sederhana dalam sikap dan ketaatan, sebagaimana para Sahabat radhiyallahu anhum yang telah diridhoi oleh Allah subhanahuwata’ala dan mendapatkan jaminan surga, karena mereka punya sikap: Sami’na wa atho’na, Aku dengar dan aku taat. Mari kita sederhanakan hidup kita dengan meng-ikuti apa yang diperintahkan. Diperintahkan oleh syariat, diperintahkan oleh orang tua, diperintahkan oleh pesantren, diperintahkan oleh lembaga di mana kita bernaung dan menerima amanah.
.
Dengan sikap kesederhanaan mengikuti yang diperintahkan, maka kita akan bebas dan merdeka dari, pikir-pikir yang tidak perlu, bebas dan merdeka dari ucapan yang sia-sia, bebas dan merdeka dari curi-curi kesempatan dan perilaku yang berlebihan, bebas dan merdeka dari keterpaksaan untuk tunduk dan meng-ikuti aturan, bebas dan merdeka dari rasa enggan untuk men-taati orang tua, guru, musyrif, dan pimpinan.
.
Menjadi Sederhana Kita Merdeka
Mari kita jadikan diri sederhana dalam kesabaran. Demi masa, sesungguhnya seluruh manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, beramal salih, saling menasehati dalam kebenaran dan saling menasihati untuk menetapi kesabaran. Mari kita sederhanakan hidup kita dengan kesabaran, kesabaran dalam menjalankan yang diperintahkan, kesabaran dalam menjauhi yang dilarang dan kesabaran menerima takdir serta menghadapi tantangan.
.
Dengan kesederhanaan dalam kesabaran, maka kita akan bebas dan merdeka dari rasa enggan men-jalankan kewajiban, bebas dan merdeka dari rasa malas men-jalankan tugas dan amanah yang diberikan, bebas dan merdeka dari keterpaksaan men-jauhi yang tidak diperbolehkan, bebas dan merdeka dari mengingkari kenyataan bahwa kita sekarang di sini, kenyataan bahwa kita memiliki tugas dan peran hari ini, kenyataan bahwa kita punya keadaan seperti sekarang ini, kenyataan bahwa kita punya tantangan yang harus dan penting kita hadapi bersama.
Menjadi Merdeka Tidaklah Sederhana Menjadi Sederhana Kita Merdeka

Semangat Tahun Ajaran Baru, Al Wafi Gelar Rihlah Seluruh Guru dan Karyawan

Semangat Tahun Ajaran Baru, Al Wafi Gelar Rihlah Seluruh Guru dan Karyawan

Al Wafi Islamic Boarding School – Tahun Ajaran baru 2019-2020 segera datang, semangat dalam mendidik dan bekerja terus ditingkatkan dengan berbagai upaya kegiatan dari Yayasan Al Sudais Indonesia.

Yayasan Al Sudais memberikan mengajak seluruh guru dan karyawan dari semua divisi untuk ikut bersama menikmati liburan sehari di Pantai Saung Batu Banten, dengan menggunakan 4 (empat) bus besar.

Ustadz Ali Saman Hasan pembina Pesantren Al Wafi menambahkan, bahwa liburan ini diharapkan dapat menyamakan visi misi karyawan, dan membuat masing-masing dapat merasakan satu tubuh, yakni dengan bersama-sama berjuang dan bergembira.

Klik Link Dibawah Untuk Dokumentasi Acara Rihlah Guru & Karyawan 1 Juli 2019

“DOKUMENTASI RIHLAH JULI 2019”

Open chat
Hubungi kami